Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien Tuberkulosis

Authors

  • Widiyanti Afifah Departemen Farmasi Klinis dan Komunitas, Fakultas Ilmu Kesehatan, , Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Dwi Anggraini Fara Dyta Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Ria Hanistya Departemen Farmasi Klinis dan Komunitas, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Karima Samlan Departemen Farmasi Klinis dan Komunitas, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Oktaviany Irma Wiputri Departemen Farmasi Klinis dan Komunitas, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v6i4.1333

Keywords:

Tuberkulosis, pengetahuan, Kepatuhan, OAT

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan global, dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi. Keberhasilan terapi tuberkulosis sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara teratur, di mana tingkat pengetahuan pasien terbukti memiliki hubungan terhadap kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Ngagel Rejo Surabaya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional, dengan teknik time limited sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April – Mei 2025 dan didapatkan 23 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan dianalisis menggunakan uji chi-square. Karakteristik pasien menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (52%), berusia 50–59 tahun (39,1%), berpendidikan SMA (52%), serta sebagian besar bekerja sebagai pegawai swasta (39%). Hasil analisis menunjukkan 52,2% responden memiliki pengetahuan tinggi dan 56,5% memiliki kepatuhan yang baik terhadap pengobatan. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat tuberkulosis (p = 0,001), di mana semakin tinggi pengetahuan pasien, semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alffenaar, J. W. C., de Steenwinkel, J. E. M., Diacon, A. H., Simonsson, U. S. H., Srivastava, S., & Wicha, S. G. (2022). Pharmacokinetics and pharmacodynamics of anti-tuberculosis drugs: An evaluation of in vitro, in vivo methodologies and human studies. Frontiers in Pharmacology, 13, 113.

Cahyati, W. H., & Maelani, T. (2019). Karakteristik penderita, efek samping obat dan putus berobat tuberkulosis paru. HIGEIA (Journal Of Public Health Research And Development), 3(4), 625634.

Castro-Rodriguez, B., Franco-Sotomayor, G., Orlando, S. A., & Garcia-Bereguiain, M. . (2024). Molecular epidemiology of Mycobacterium tuberculosis in Ecuador: Recent advances and future challenges. Journal of Clinical Tuberculosis and Other Mycobacterial Diseases, 37.

Chan, A. H. Y., Horne, R., Hankins, M., & Chisari, C. (2020). The Medication Adherence Report Scale: A measurement tool for eliciting patients reports of nonadherence. British Journal of Clinical Pharmacology, 86, 12811288.

Fitri, D. Li., Marlindawani, J., & Purba, A. (2019). Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7 (1), 33-42.

Handayani, L. (2024). Studi Epidemiologi Tuberkulosis Paru (TB) di Indonesia: Temuan Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM), 4(1), 19.

Kementrian Kesehatan RI. (2005). Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Strategi Nasional Pengendalian TB di Indonesia 2011-2014. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Luba, T. R., Tang, S., Liu, Q., Gebremedhin, S. A., Kisasi, M. D., & Feng, Z. (2019). Knowledge, attitude and associated factors towards tuberculosis in Lesotho: a population based study. BMC Infectious Diseases, 19, 110.

Marta, Vonny Nofrika, Rahmat Widiyanto, D. P. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien TB Paru. Majalah Farmaseutik, 19(1), 24.

Nada Nabila. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Penderita Tuberkulosis Paru (TB): Literature Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(8), 14781484.

Nisah, H., Arbi, A., & Hasnur, H. (2025). Studi pendampingan kepatuhan konsumsi obat pada pasien TB paru di wilayah kerja puskesmas Simeulue Timur. 6, 4044.

Padang, A. (2023). Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Penderita Tuberkulosis Paru dalam Pengobatan TB di Puskesmas Medan Area Selatan Tahun 2023. Kesehatan Deli Sumatera, 1(2), 26.

Pangaribuan, L., Kristina, K., Perwitasari, D., Tejayanti, T., & Lolong, D. B. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Tuberkulosis pada Umur 15 Tahun ke Atas di Indonesia (Analisis Data Survei Prevalensi Tuberkulosis (SPTB) Di Indonesia 2013-2014). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(1), 1017.

Purnia, D. S., & Alawiyah, T. (2020). Metode Penelitian Strategi Menyusun Tugas Akhir.

Putri, D. A., Rahmawati, R., & Prasetya, H. (2022). Hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 16(1), 1220.

Resmitia, C., & Adam, A. (2025). Analisis Hubungan Status Sosial Ekonomi Dengan Insiden Tuberkulosis Di Kota Makassar Tahun 2024. 3(1), 2.

Rismawati, P. (2023). Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis dI Puskesmas Jayanti Tahun 2021. Nusantara Hasana Journal, 2(8), 121125.

Rokhmah, D. (2013). Gender dan Penyakit Tuberkulosis: Implikasinya Terhadap Akses Layanan Kesehatan Masyarakat Miskin yang Rendah. Kesmas: National Public Health Journal, 7(10), 447.

Rokiban, A., & Kiky Maykasari. (2024). Evaluasi Penggunaan Obat Antituberkulosis (Oat) Pada Pasien Tb Paru Di Puskesmas Punggur Kabupaten Lampung Tengah Periode Oktober 2022 - Oktober 2023. Jurnal Farmasi IKIFA, 3(1), 5970.

Sabaan, W., Djamal, J. M., & Rosvita, V. (2022). Evaluasi Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Sayung Periode Tahun 2020. Indonesia Jurnal Farmasi, 7(1), 21.

Sholihul A, Annisa N, Yelvi L, Wichda Shirosa N. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Kepatuhan Berobat Penderita Tb Paru Di Wilayah Kabupaten Lamongan Pada Januari 2016Desember 2018. Medica Arteriana, 2(2), 807.

Warjiman, W., Berniati, B., & Unja, E. E. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Sungai Bilu. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 7(2), 163168.

Widianingrum, T.R. (2017). Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Kepatuhan minum obat anti ruberkulosis pada pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Perak Timur Surabaya. Skripsi Sarjana, Universitas Airlangga

World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report.

World Health Organization, 2003. Adherence to Long-term Therapies: Evidence for Action. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-07-10

How to Cite

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien Tuberkulosis. (2026). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(4), 2107-2116. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i4.1333

Most read articles by the same author(s)