Upaya Promotif Dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Mental Pada Siswa SMA Negeri 26 Maluku Tengah
DOI:
https://doi.org/10.59395/altifani.v4i6.574Keywords:
Sosialisasi, Kesehatan Mental, Gangguan Mental, pengabdian kepada masyarakatAbstract
Kesehatan mental merupakan aspek penting yang seringkali kurang mendapat perhatian, terutama di kalangan siswa sekolah. Sosialisasi ini dilakukan di SMA Negeri 26 Kabupaten Maluku Tengah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai berbagai aspek kesehatan mental. Fokus dari kegiatan ini mencakup delapan indikator utama: pengetahuan tentang kesehatan mental, gejala umum gangguan kesehatan mental, cara menangani stres, mengetahui siapa yang harus dihubungi, pentingnya kesehatan mental dibandingkan kesehatan fisik, pengetahuan tentang stigma kesehatan mental, informasi yang didapat di sekolah, dan langkah-langkah menjaga kesehatan mental. Metode pengabdian menggunakan sosialisasi interaktif yang mencakup ceramah, diskusi, dan simulasi. Pre-test dan post-test diterapkan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa dalam setiap indikator. Hasil analisis menunjukkan rerata peserta pada awal sosialisasi hanya 37% peserta yang memahami akan kesehatan mental dan setelah sosialsasi meningkat sebesar 47% menjadi 80% dengan rincian: Pengetahuan tentang kesehatan mental meningkat dari 40% menjadi 85%, dengan peningkatan sebesar 45%. Gejala umum gangguan kesehatan mental meningkat dari 30% menjadi 80%, dengan peningkatan sebesar 50%. Cara menangani stres meningkat dari 50% menjadi 90%, dengan peningkatan sebesar 40%. Mengetahui siapa yang harus dihubungi meningkat dari 20% menjadi 70%, dengan peningkatan sebesar 50%. Pentingnya kesehatan mental dibandingkan kesehatan fisik meningkat dari 60% menjadi 90%, dengan peningkatan sebesar 30%. Pengetahuan tentang stigma kesehatan mental meningkat dari 35% menjadi 75%, dengan peningkatan sebesar 40%. Informasi yang didapat di sekolah meningkat dari 25% menjadi 65%, dengan peningkatan sebesar 40%. Langkah-langkah menjaga kesehatan mental meningkat dari 45% menjadi 85%, dengan peningkatan sebesar 40%. Pengaruh Kesehatan Mental terhadap Prestasi Belajar dan Pengaruh Stres terhadap Proses Belajar masing-masing meningkat dari 30% menjadi 80% dengan peningkatan 50%. Kesimpulan dari sosialisasi ini menunjukkan bahwa sosialisasi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai kesehatan mental. Hasil ini menegaskan pentingnya penerapan pendidikan kesehatan mental yang berkelanjutan di sekolah untuk mendukung kesejahteraan siswa secara holistik.
Downloads
References
Arifin, Zaenal, Masykur H. Mansyur, Jaenal Abidin, and Umar Mukhtar. 2022. “Pendidikan Dan Kesehatan Mental Bagi Remaja Dalam Persfektip Islam.” ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 5(2):188–94. doi: 10.32509/abdimoestopo.v5i2.1918.
Enopadria, Costarin, Erma Erfiana, and Putri Amelia Lestari. 2023. “PKM Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Jiwa Remaja Di Era Globalisasi.” Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 3(3):472–78. doi: 10.59395/altifani.v3i3.428.
Gunawan, Gunawan, Dwi Yuwono, Pudji Sugiharto, Sugiyo Sugiyo, and Sunawan Sunawan. 2023. “Hambatan Perilaku Mencari Bantuan Konseling Konselor Pada Siswa Etnis Arab.” Pp. 332–36 in Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Handayani, Eka Sri. 2020. Kesehatan Mental (Mental Hygiene). edited by A. R. Ridhani. Banjarmasin: Universitas Islam Kalimantan Arsyad Al-Banjari.
Harahap, Fatma Sylvana Dewi, Fardhu Syahuri, Paruzi Almayda, and Dhea Ardelia Divani. 2022. “Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 1 Jebus.” Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha 13(1). doi: 10.23887/jibk.v13i1.43679.
Juniarti, Redha Tri, Widya Lestari, and Sri Nugroho Jati. 2022. “Hubungan Kesehatan Mental Dengan Prestasi Belajar Pada Siswa SMPN 17 Pontianak.” Eksistensi 4(1):13–19.
Karisma, Nurul, Aida Rofiah, Siti Nur Afifah, and Yuni Mariani Manik. 2024. “Kesehatan Mental Remaja Dan Tren Bunuh Diri: Peran Masyarakat Mengatasi Kasus Bullying Di Indonesia.” Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan 3(03):560–67. doi: 10.47709/educendikia.v3i03.3439.
Larasati, Anggraini Dwi, Madyo Maryoto, and Noor Rocmah Ida Ayu. 2021. “Gambaran Stres Akademik Pada Dosen Universitas Yang Melaksanakan Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid 19.” Jurnal of TSCNers 6(2):85–102.
Mubasyiroh, Rofingatul, Indri Yunita Suryaputri, and Dwi Hapsari Tjandrarini. 2017. “Determinan Gejala Mental Emosional Pelajar SMP-SMA Di Indonesia Tahun 2015.” Buletin Penelitian Kesehatan 45(2):103–12. doi: 10.22435/bpk.v45i2.5820.103-112.
Puspasari, Herti Windya, and Rozana Ika Agustiya. 2022. “Upaya Preventif Dan Promotif Kesehatan Jiwa Di Kota Denpasar.” in Prosiding Nasional 2022. Situbondo: Universitas Abdurachman Saleh SItubondo.
Santoni, Roni, Puput Indah Lestari, and Cylen Febiara. 2023. “Motivasi Belajar, Stress Akademik Dan Kesehatan Mental Remaja.” Journal of Islamic Guidance and Conseling 2(03):399–409.
Setiawati, Lara, Dodi Pasila Putra, Alfi Rahmi, and Hidayani Syam. 2023. “Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMK Negeri 1 Bukittinggi.” Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora 4(4):1–18. doi: 10.59059/tabsyir.v4i4.320.
Shalahuddin, Iwan, Udin Rosidin, Dadang Purnama, Nina Sumarni, and Witdiawati Witdiawati. 2024. “Pendidikan Dan Promosi Kesehatan Mengenai Kesehatan Mental Pada Siswa Kelas XII SMAN 1 Pangandaran.” Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) 7(5):2134–46. doi: 10.33024/jkpm.v7i5.14290.
Suswati, Wahyuni Sholihah Erdah, M. Elyas Arif Budiman, and Zidni Nuris Yuhbaba. 2023. “Kesehatan Menal Pada Remaja Di Lingkungan Sekolah Menegah Atas Wilayah Urban Dan Rural Kabupaten Jember.” JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia 11(3):537–44.
Ulfah. 2023. “Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir.” Pp. 23–28 in Anual Guidance Counseling Academic Forum. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Vibriyanti, Deshinta. 2020. “Jurnal Kependudukan Indonesia | Edisi Khusus Demografi Dan COVID-19.” Jurnal Kependudukan Indonesia 1(1):69–74.
Vitoasmara, Kevin, Fadillah Vio Hidayah, Riska Yuna Aprillia, and Liss A. Dyah Dewi. 2024. “Gangguan Mental (Mental Disorders).” Student Research Journal 2(2):57–68. doi: 10.55606/srjyappi.v2i3.1219.
Widowati, Chairina Ayu. 2023. “Definisi Gangguan Jiwa Dan Jenis-Jenisnya.” Kemenkes, Direktorat Pelayanan Kesehatan . Retrieved July 18, 2024 (https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2224/definisi-gangguan-jiwa-dan-jenis-jenisnyaChairina Ayu Widowati).
Wilopo, Siswanto Agus. 2022. “Hasil Survei I-NAMHS: Satu Dari Tiga Remaja Indonesia Memiliki Masalah Kesehatan Mental.” Universitas Gajah Mada. Retrieved July 18, 2023 (https://ugm.ac.id/id/berita/23086-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalah-kesehatan-mental/).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Hans S. M. Salakory, Febby S. Matulessy, Rachel I. Tauran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























