Penyediaan Obat Penyakit Kulit Dan Luka Dari Cairan Fermentasi Lidah Buaya Dan Daun Sirih

Authors

  • Fahma Riyanti jurusan kimia FMIPA Unsri
  • Desnelli Desnelli Universitas Sriwijaya
  • Fatma Fatma Universitas Sriwijaya
  • Nova Yuliasari Universitas Sriwijaya
  • Julinar Julinar Universitas Sriwijaya
  • Eva Musifa Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v5i3.693

Keywords:

cairan fermentasi, anaerob, lidah buaya, daun sirih dan antibakteri

Abstract

Cairan Fermentasi anaerob pada lidah buaya dan daun sirih mengandung enzim-enzim, beberapa senyawa kimia, dan sumber antimikroba alami. Kandungan ini memiliki kemampuan terhadap antibakteri dan anti jamur yang bermanfaat untuk mengobati penyakit kulit, luka dan untuk kesehatan kulit. Proses penyembuhan dapat dipercepat karena senyawa antibakteri menstimulator respon imun tubuh sehingga dapat menyembuhkan luka dan penyakit kulit. Kegiatan pengabdian yang berupa penyuluhan, praktek pembuatan cairan fermentasi lidah buaya - daun sirih dan pemberian produk yang sudah jadi merupakan metode yang dilaksanakan di Desa Permata Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Agar peserta penyuluhan memahami tujuan kegiatan maka dilakukan praktek pembuatan cairan fermentasi dan peserta penyuluhan yang dibagi menjadi 3 kelompok. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pelaksanaan kedua adalah memantau cairan fermentasi yang dibuat sebelumnya. Hasil fermentasi dibuka setelah 3 bulan, ketiga cairan fermentasi tersebut berhasil dibuat ditandai aroma asam segar dan warna coklat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amenu, D. 2013, The antibacterial activity of honey, Departement of Microbiology, College of Natural and Computational Science, Wollega University, Ethiopia

Chakraborty, D., and Shah, B. (2011). Antimicrobial, antioxidative and antihemolytic activity of Piper betel leaf extracts. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 3(3): 192-199.

Dwianggraini, R., Pujiastuti, P., dan Ermawati, T. (2013). Perbedaan efektifitas antibakteri antara ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dan ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap Porphyromonas gingivalis. Stomatognatic-Jurnal Kedokteran Gigi. 10(1): 1-5

Elegbedea, R.D., Ilomuanyab, M.O., Sowemimoa, A. (2020). Effect of fermented and green Aspalathus linearis extract loaded hydrogel on surgical wound healing in Sprague Dawley rats. Wound Medicine, Volume 29, 100186

Handoko, A.F.(2022). Uji Aktivitas Gel Eco-enzime Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr) Terhadap Penyembuhan Luka Terbuka Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Jurusan Farmasi. Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Skripsi. Palembang

Harborne, J.B. 1987.Metode Fitokimia Penentuan Cara Modern Menganalisa Tumbuhan .Diterjemahkan oleh Kosasih, P. Terbitan.ITB Bandung

Hutapea, J. R. 1993. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (II). Departemen Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.

Larasati, D., Astuti, A. P., & Maharani, E. T. (2020). Uji Organoleptik Produk Eco-Enzyme dari Limbah Kulit Buah (Studi Kasus di Kota Semarang). Seminar Nasional Edusainstek, 278–283.

Patil, R. S., Harale, P. M., Shivangekar, K. V., Kumbhar, P. P., and Desai, R. R. 2015. Phytochemical potential and in vitro antimicrobial activity of Piper betle Linn. leaf extracts. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research. 7(5): 1095- 1101.

Saramanda, G. and Kaparapu, J. (2017) ‘Antimicrobial Activity of Fermented Citrus Fruit Peel Extract’, Journal of Engineering Research and Application www.ijera.com, 7(11), pp. 25–28. doi: 10.9790/9622-0711072528.

Shella, A.S dan Dharmono. (2024). Pemanfaatan daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai produk antiseptik alami. Botani dan etnobotani, 1(2)

Downloads

Published

2025-05-30

How to Cite

Penyediaan Obat Penyakit Kulit Dan Luka Dari Cairan Fermentasi Lidah Buaya Dan Daun Sirih. (2025). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 205-212. https://doi.org/10.59395/altifani.v5i3.693