HITAP-KWT: Hilirisasi Singkong menjadi Tepung Tapioka sebagai Solusi Ketahanan Pangan oleh Kelompok Wanita Tani " Mekar Bersama" Kota Pagar Alam

Authors

  • Debi Gusmaliza Institut Teknologi Pagar Alam
  • Inda Anggraini Institut Teknologi Pagar Alam
  • Fitri Rahmadhani Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v5i6.892

Keywords:

HITAP, KWT, Singkong, Tapioka, Mekar Bersama

Abstract

Program pengabdian masyarakat melalui hilirisasi singkong menjadi tepung tapioka yang dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Bersama Kota Pagar Alam bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal. Metode kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan pendekatan pendampingan, pelatihan, dan penerapan teknologi tepat guna. Melalui kegiatan ini, anggota KWT memperoleh keterampilan dalam pengolahan singkong menjadi tepung tapioka yang higienis, berkualitas, dan bernilai jual lebih tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 81,2 % dengan peningkatan rata-rata 46,3 %. Hal ini menunjukan bahwa program pengabdian berhasil meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan anggota KWT. Pada pengetahuan dan keterampilan peserta, yang tercermin dari kemampuan mereka dalam mengoperasikan peralatan, mengatur proses produksi, hingga merencanakan pemasaran produk. Selain itu, program ini tidak hanya berkontribusi pada diversifikasi pangan lokal, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi desa, sekaligus menjadi solusi strategis bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Pagar Alam. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ainal Ikram, I. C. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Diversifikasi Pangan Masyarakat Melalui Inovasi Pangan Lokal Dari Singkong. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(1), 271–278.

ANANG JAMALUDDIN RIYAD, A. (2017). ANALISIS PEMASARAN TEPUNG TAPIOKA (Studi Kasus Di Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati). Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Atikah, T. A. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Singkong menjadi Bahan Baku Produk Olahan Makanan di Desa Tarung Manuah, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(4), 404–409. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v5i4.1346 DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v5i4.1346

Diliyani, M., Hermanto, B., Muslim, U., & Al, N. (2022). Nilai Tambah Dan Kelayakan Usaha Ubi Kayu Menjadi Tepung Tapioka Pada Pt. Hari Sejahtera Tapioka Dusun III Sei Basah Di Desa Tadukan Raga Kecamatan Stm Hilir Kabupaten Deli Serdang. Journal of Health and Medical Science, 1(2), 140–156.

Gusmaliza, D., Prawira, N. S., & Ramadhani, F. (2024). Optimasi Proses Pengolahan Produk Singkong (OP3S) Menjadi Tepung Mocaf Pada Kelompok PIRT “ALLEY” Kota Pagar Alam. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(12), 5300–5306.

Hadistio, A., Jumiono, A., & Fitri, S. (2019). Tepung mocaf (modified cassava flour) untuk ketahanan pangan indonesia. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 1(1). DOI: https://doi.org/10.30997/jiph.v1i1.2005

Hoesain, M., Hasjim, S., & Masnilah, R. (2024). Disemenasi agens pengendali hayati melalui penguatan kelembagaan PPAH di desa Purnama kabupaten Bondowoso. 8, 1264–1271.

Magdalena, I., Nurul Annisa, M., Ragin, G., & Ishaq, A. R. (2021). Analisis Penggunaan Teknik Pre-Test Dan Post-Test Pada Mata Pelajaran Matematika Dalam Keberhasilan Evaluasi Pembelajaran Di Sdn Bojong 04. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(2), 150–165. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/nusantara

Mawardi, A., Budi, I. M., & Lantang, D. (2023). Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pengolahan Singkong Menjadi Tepung Tapioka Asli Papua. JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian Dan Penerapan IPTEK), 7(1), 45–52. DOI: https://doi.org/10.31284/j.jpp-iptek.2023.v7i1.2157

Mustafidah, A. (2017). Pelatihan Pengolahan Makanan Tradisional Untuk Meningkatkan Potensi Kreasi Olahan Basah Singkong di Desa Gayamharjo Prambanan Sleman. Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains Dan Teknologi, 1(2), 79. https://doi.org/10.14421/jbs.1168 DOI: https://doi.org/10.14421/jbs.1168

Naibano, G. G., & Hutapea, A. N. (2016). Strategi Pengembangan Usaha Pembuatan Tepung Tapioka Pada Kelompok Tani Basamtasa Kecamatan Insana Barat. Agrimor, 1(03), 46–48. DOI: https://doi.org/10.32938/ag.v1i03.108

Nuwa, N., & Prihanika, P. (2018). Tepung tapioka sebagai perekat dalam pembuatan arang briket. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 34–38. DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v3i1.26

Sangian, D. A., Dengo, S., & Pombengi, J. D. (2018). Pendekatan Partisipatif Dalam Pembangunan Di Desa Tawaang Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. E-Journal Unsrat, 2(1), 1–10.

Sofyani, S., Kandou, J. E. A., & Sumual, M. F. (2019). Pengaruh penambahan tepung tapioka dalam pembuatan biskuit berbahan baku tepung ubi banggai (Dioscorea alata L.). Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal, 10(2). DOI: https://doi.org/10.35791/jteta.10.2.2019.29117

Wijayanti, N. R. A., & Rahmadhia, S. N. (2021). Analisis Kadar Pati Dan Impurities Tepung Tapioka. Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 16(2), 23–30. https://doi.org/10.26623/jtphp.v16i2.4546 DOI: https://doi.org/10.26623/jtphp.v16i2.4546

Downloads

Published

2025-11-08

How to Cite

HITAP-KWT: Hilirisasi Singkong menjadi Tepung Tapioka sebagai Solusi Ketahanan Pangan oleh Kelompok Wanita Tani " Mekar Bersama" Kota Pagar Alam. (2025). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(6), 1267-1272. https://doi.org/10.59395/altifani.v5i6.892