Ketahanan Budaya Tradisi Methik Pari: Makna, Tantangan, dan Pelestarian Kearifan Lokal di Dukuh Kebon Pulung

Authors

  • Annisa Putri Belvalina Universitas Negeri Surabaya
  • Silviana Dian Agustin Universitas Negeri Surabaya
  • Eka Elvera Subiyantoro Universitas Negeri Surabaya
  • Rianda Usmi Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.59395/altifani.v6i1.1020

Keywords:

Ketahanan Budaya, Tradisi Methik pari, Modernisasi, Kearifan Lokal, Pelestarian Budaya.

Abstract

Penelitian ini membahas ketahanan budaya (cultural resilience) tradisi methik pari di Dukuh Kebon, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, dalam menghadapi arus modernisasi. Tradisi ini merupakan warisan budaya agraris masyarakat Jawa yang sarat dengan nilai spiritual, simbolik, dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji makna serta pelaksanaan tradisi methik pari, menganalisis tantangan yang dihadapi dalam mempertahankannya, serta mengidentifikasi upaya pelestarian di tengah perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, petani, dan masyarakat, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi methik pari masih dipraktikkan sebagai bentuk rasa syukur, sedekah, dan permohonan keselamatan dengan prosesi yang sarat makna simbolik. Namun, modernisasi, perubahan pola tanam dan teknologi, pergeseran pola pikir generasi muda, serta minimnya regenerasi pelaku adat menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan pelaksanaan tradisi yang kini cenderung bersifat individual. Meskipun demikian, tradisi ini tetap bertahan berkat peran aktif sesepuh dan petani tradisional. Upaya pelestarian melalui sinergi masyarakat, pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan dinas terkait menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini sebagai identitas budaya lokal masyarakat agraris Jawa di tengah dinamika modernisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustian, H., Romadloni, S., & Yudiana, I. K. (2023). EKSISTENSI DAN MAKNA SIMBOLIK TRADISI LABUH PADA MASYARAKAT DUSUN KUMBO DESA GUMIRIH KECAMATAN SINGOJURUH KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 1988–2023. Nusantara Hasana Journal, 3(3), 91-105

Alif, N., Mafthukhatul, L., & Ahmala, M. (2020).Akulturasi Budaya Jawa Dan Islam Melalui Dakwah Sunan Kalijaga. Al’Adalah, 23(2), 143-162. DOI: https://doi.org/10.35719/aladalah.v23i2.32

Amara, A. R. (2022). Partisipasi Masyarakat Dalam Mempertahankan Ketahanan Budaya Dan Pengembangan Desa Wisata Jamu Kiringan (Studi di Kabupaten Bantul).

Aprilia, D., & Zulfikar, M. (2022). Tradisi Metik Pari: Studi tentang konstruksi sosial dalam tradisi Metik Pari di Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Jurnal Sosiologi Nusantara, 8(2), 222–230

Ardhani, O., Rusman, W.N. & Susanto, D. (2022) Makna Kesuburan dalam Mitos Dewi Sri dan Dewi Laksmi: Kajian Sastra Bandingan. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 10(2), pp. 339–351. DOI: 10.20961/basastra.v10i2.57599. DOI: https://doi.org/10.20961/basastra.v10i2.57599

Artiani, N. A., Utami, R. A., & Efendy, T. D. (2023). Persepsi petani terhadap pelaksanaan tradisi Methik pari dalam rangka menyambut panen padi di Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 5(1), 14-22. DOI: https://doi.org/10.23887/jabi.v5i1.55484

Ghozuan, A. Y. (2020). Revealing offering culture suguh sesajen. Indonesian Journal of Social Sciences, 12(1), 1–4. Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Airlangga, Surabaya. DOI: https://doi.org/10.20473/ijss.v12i1.21148

Holtorf, C. (2018). Embracing change: How cultural resilience is increased through cultural heritage. World Archaeology, 50(4), 639-650. DOI: https://doi.org/10.1080/00438243.2018.1510340

Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1-9 DOI: https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57

Kostis, P. C., & Kafka, K. I. (2023). Examining the interplay of climate change, cultural dynamics, and sustainable development: A global perspective. Sustainability, 15(18), 13652. https://doi.org/10.3390/su151813652 DOI: https://doi.org/10.3390/su151813652

Kusalanana, S., Dewi, M. P., & Marjianti. (2020). Makna Simbolik Ritual Selamatan Methik pari Dalam Pandangan Agama Buddha Di Desa Gembongan Kecamatan Ponggok Kabupate Blitar. Jurnal Pariwisata dan Budaya. Vol. 1 No.1 Juli 2020. DOI: https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v1i1.149

Maulidi, M. B., Anwar, A. Y., Santoso, F. A. P., Sholikha, R. A., Qonitatillah, M., Bakhitah, F. Y., & Imron, A. (2025). Construction of Cultural resilience through the Exploration of Agrarian Ritual Meanings in Kemiren Banyuwangi Village. ARISTO, 14(1), 82-99. DOI: https://doi.org/10.24269/ars.v14i1.11130

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Munawaroh, D. A., & Lazuardi, Z. F. (2025). Tradisi arisan macul: Analisis budaya lokal dan persepsi generasi muda Desa Torongrejo Kota Batu. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 4(2), 194-203. DOI: https://doi.org/10.18860/dsjpips.v4i2.18410

Nahak, Hildgardis M.I. (2019). "Upaya Melestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi". Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76. DOI: https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Nurois, M., & Huda, F. (2021). Kolaborasi nilai budaya dan religi pada tradisi Methik pari dan Gejug Lesung di Desa Glinggang Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo. Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah, 2(2), 49–57. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Prasetyawati, D. P., Kholis, H. F., & Nuha, M. M. (2022). Persepsi Generasi Muda dalam Keberlangsungan Tradisi sedekah Desa di Desa Candi, Kabupaten Sragen. Literasi: Jurnal Kajian Keislaman Multi-Perspektif, 2(2), 242-256

Pratiwi, N. P. S., & Nurwati, N. (2023). Perubahan Budaya dalam Ritus Pasca Panen Padi:(Analisis Perubahan Sosial dalam Dimensi Kultural dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tabanan). Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(3), 650-663. DOI: https://doi.org/10.37329/ganaya.v6i3.2580

Putri, L. P., Mahfud, M., & Yudiana, I. K. Y. (2024). Dinamika Sosial Dan Budaya Dalam Tradisi Metik Pari. Jurnal Sangkala, 3(2), 78-89. DOI: https://doi.org/10.62734/js.v3i2.262

Rachman, F. (2021). Modernisasi Manajemen Pendidikan Islam. IRCiSoD.

Rohmadi, R. W., Maulana, A. K., & Suprapto, S. (2021). Representasi Tradisi Lisan dalam Tradisi Jawa Methik pari dan Gejug Lesung. DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya Jawa, 1(1).

Rois, M. N. A., & huda Huda, F. (2021). Kolaborasi Nilai Budaya dan Religi dalam Tradisi Gejug Lesung dan Methik pari di Desa Glinggang Sampung Ponorogo. Taqorrub: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah, 2(2), 31–57. DOI: https://doi.org/10.55380/taqorrub.v2i2.204

Safitri, F. (2019). TRADITION METHIK PADI TRADITION IN KALIGONDO VILLAGE, KECAMATAN GENTENG. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 3(1), 28-35.

Sanah, B.F., & Hadi, N. (2021) Tradisi Methik pari dalam Bingkai Realitas Sosial Keagamaan Masyarakat Tani Dusun Ngadirejo Blitar. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial. 1(4), 494-503. Diakses pada 04 Maret 2025. DOI: 10.17977 / um063v1i4p494-503 DOI: https://doi.org/10.17977/um063v1i4p494-503

Shomad, Abdul., Adinata, T.P. (2020). Tradisi Adat Methik pari Di Desa Kalistail Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Agastya Vol.10 No.1 2020. DOI: https://doi.org/10.25273/ajsp.v10i1.5090

Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Ketahanan Budaya Tradisi Methik Pari: Makna, Tantangan, dan Pelestarian Kearifan Lokal di Dukuh Kebon Pulung. (2025). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 166-180. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i1.1020