Pemberdayaan Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa Melalui Hibah Dan Pelatihan Mesin Penggulung Benang Tenun Berbasis Teknologi Tepat Guna
DOI:
https://doi.org/10.59395/altifani.v5i6.929Keywords:
Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa, Hibah, Penggulung Benang, TenunAbstract
Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa di Jalan Khatulistiwa, Gang Sambas Jaya, Pontianak Utara, merupakan destinasi budaya yang tumbuh dari kreativitas masyarakat dalam melestarikan seni tenun tradisional khas Sambas dan corak insang khas Pontianak. Sejak diresmikan pada akhir 2018, kawasan ini menunjukkan geliat ekonomi lokal berbasis kearifan lokal, dengan lebih dari 50 pengrajin dan 17 rumah yang memiliki alat tenun sendiri. Meski demikian, proses produksi tenun masih dilakukan secara manual, termasuk dalam penggulungan benang yang memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Oleh karena itu, diperlukan intervensi teknologi tepat guna berupa mesin penggulung benang tenun tenun yang dapat meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, dan kualitas hasil tenun. Hibah yang diberikan adalah mesin penggulungan benang dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi proses penggulungan benang, pengurangan beban kerja manual, dan percepatan waktu produksi kain tenun. Pengrajin memberikan keterangan bahwa produktivitas meningkat ±30% dibandingkan metode tradisional Tarau, sementara kualitas hasil gulungan benang menjadi lebih rapi dan konsisten. Selain itu, kegiatan ini mendorong peningkatan semangat dan motivasi perajin dalam melestarikan warisan budaya tenun, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui kapasitas produksi yang lebih besar.
Downloads
References
Suyanto, B. (2016). Teknologi tepat guna untuk pemberdayaan masyarakat. Surabaya: Airlangga University Press.
Knowles, M. S., Holton, E. F. III, & Swanson, R. A. (2015). The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development. Routledge.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Kotler, P., Bowen, J., & Makens, J. (2017). Marketing for hospitality and tourism. Pearson Education.
Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications. DOI: https://doi.org/10.3362/9781780440453.000
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Porter, M. E. (1990). The competitive advantage of nations. Free Press. DOI: https://doi.org/10.1007/978-1-349-11336-1
Drucker, P. F. (2007). Innovation and entrepreneurship: Practice and principles. Harper Business.
Prahalad, C. K., & Ramaswamy, V. (2004). The future of competition: Co-creating unique value with customers. Harvard Business School Press. DOI: https://doi.org/10.1108/10878570410699249
UNESCO, & UNDP. (2013). Creative economy report 2013: Widening local development pathways. United Nations.
Dhewanto, W., Herliana, S., & Anggadwita, G. (2015). Manajemen inovasi: Peluang sukses menghadapi perubahan. Bandung: Alfabeta.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Famelga Clea Putri, Tri Wahyudi, Eka Priadi, Silvia Uslianti, Ratih Rahmahwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























