Pemanfaatan Limbah Kayu Pascabanjir sebagai Media Pendampingan Seni Rupa Lingkungan bagi Siswa SMK Negeri 1 Peusangan
DOI:
https://doi.org/10.59395/altifani.v6i1.1351Keywords:
limbah kayu pascabanjir, seni rupa lingkungan, ekspresi kreatif, kesadaran ekologisAbstract
Banjir merupakan bencana yang terjadi secara berulang di Kabupaten Bireuen dan menimbulkan berbagai dampak terhadap kondisi sosial, lingkungan, serta kehidupan pendidikan masyarakat. Salah satu kelompok yang terdampak adalah peserta didik yang mengalami keterbatasan ruang berekspresi, berkurangnya aktivitas kreatif, serta terganggunya lingkungan belajar. Di sisi lain, peristiwa banjir menghasilkan limbah kayu dalam jumlah yang cukup besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan ekspresi kreatif melalui praktik seni rupa lingkungan dengan memanfaatkan limbah kayu pascabanjir sebagai media berkarya bagi 25 siswa kelas X dan XI SMK Negeri 1 Peusangan Kabupaten Bireuen. Kegiatan dilaksanakan selama satu minggu menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik berkarya, pendampingan, dan evaluasi dengan desain one-group pretest-postest, atau meningkatkan sebesar 23,30 poin (37,52%). Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam aktivitas seni, kemampuan mengolah limbah kayu menjadi karya seni rupa dua dan tiga dimensi, keberanian mengemukakan gagasan, kemampuan bekerja sama, serta meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kayu pascabanjir dapat menjadi media pembelajaran seni yang kontekstual untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan artistik, dan kesadaran ekologis peserta didik melalui aktivitas pembelajaran berbasis lingkungan.
Downloads
References
Ballantyne, R., & Packer, J. (2005). Promoting environmentally sustainable attitudes and behaviour through freechoice learning experiences: what is the state of the game? Environmental Education Research, 11(3), 281295. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13504620500081145
Blandy, D., & Hoffman, E. (1993). Toward an art education of place. Studies in Art Education, 35(1), 2233. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/00393541.1993.11650739
Bourriaud, N. (2002). Relational aesthetics (1st ed.). Les Presses du Rel.
Gablik, S. (1992). The Reenchantment of art (1st ed.). Thames and Hudson.
Gadeng, A. N., Zahara, A., Athiah, K., Rizky, M. A., Azkia, I., Auliya, A. R., Rusydi, K. L., Ahmad, D. A., Adha, S. A., & Syazuly, M. H. (2026). Pendampingan Psikososial Anak Pascabencana Siklon Tropis Senyar melalui KKN Tematik Multidisiplin di Pidie Jaya. Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 5269. https://doi.org/https://doi.org/10.56921/cpkm.v5i1.374
Inwood, H. (2010). Shades of green: Growing environmentalism through art education. Art Education, 63(6), 3338. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/00043125.2010.11519100
Inwood, H. (2013). Cultivating artistic approaches to environmental learning: Exploring eco-art education in elementary classrooms. International Electronic Journal of Environmental Education, 3(2).
Inwood, H., & Taylor, R. (2012). Creative approaches to environmental learning: Two perspectives on teaching environmental art education. International Electronic Journal of Environmental Education, 2(1).
Ison, M., & Bramwell-Lalor, S. (2023). The arts in environmental education: connecting learners with their talents and nature. Environmental Education Research, 29(7), 964979. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13504622.2023.2205062
Kamaruddin, S. A. (2025). Peran pendidikan dalam pembangunan masyarakat tangguh bencana (perspektif sosiologi). Edu Sociata (Jurnal Pendidikan Sosiologi), 8(1), 194202. https://doi.org/https://doi.org/10.33627/es.v8i1.3182
Kolb, D. A. (2014). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). FT Press.
Miles, M. (2016). Eco-aesthetic dimensions: Herbert Marcuse, ecology and art. Cogent Arts & Humanities, 3(1), 1160640. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/23311983.2016.1160640
Monroe, M. C., Plate, R. R., Oxarart, A., Bowers, A., & Chaves, W. A. (2019). Identifying effective climate change education strategies: A systematic review of the research. Environmental Education Research, 25(6), 791812. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13504622.2017.1360842
Pradana, Y. S., & Azizah, S. (2026). Edukasi Kesehatan Lingkungan melalui Metode Learning by Doing pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Bucor Kulon. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 112122. https://doi.org/https://doi.org/10.53299/bajpm.v6i1.3578
Sims, L., Inwood, H., Elliott, P., & Gerofsky, S. (2021). Innovative praxis for environmental learning in Canadian faculties of education. Australian Journal of Environmental Education, 37(3), 240253. https://doi.org/https://doi.org/10.1017/aee.2021.2
UNESCO, P. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education (1st ed.). Unesco Paris.
Yanti, I., Febrianti, Q., Sastiantari, L. I., Mujanah, S., Silvika, L., & Al Farisy, M. H. (2026). Peningkatan literasi digital dan etika bermedia sosial melalui program partisipatif-edukatif pada siswa di SD Negeri Panunggalan II. Jurnal Abdimas Berdaya: Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat, 9(1), 115121.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Iskandar Iskandar, Yulfa Haris Saputra, Dian Permata Sari, Reza Sastra Wijaya, Zulfahmi Zulfahmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























