Sosialisasi Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Kelompok Tani Hutan Gintung
DOI:
https://doi.org/10.59395/altifani.v6i2.1123Keywords:
keberlanjutan, limbah cair tempe, pengolahan limbah, pertanian ramah lingkungan, pupuk organik cairAbstract
Industri tempe di Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, menghasilkan limbah cair yang belum diolah dan langsung dibuang ke lingkungan, yang dapat mencemari kualitas air dan lingkungan sekitar. Meskipun Kelompok Tani Hutan Gintung (KTH Gintung) memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan, mereka belum memiliki pengetahuan tentang cara mengolah limbah cair tersebut secara tepat. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini bertujuan memberikan pelatihan tentang pengolahan limbah cair tempe menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui sosialisasi, praktik, dan evaluasi. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 36,14%, mencerminkan keberhasilan pelatihan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan untuk mengurangi pencemaran dan meningkatkan kesuburan tanah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Downloads
References
Barokati, N., Hasbullah, A., & Jian, L. (2024). Empowerment of tempe producers in managing soybean wastewater into liquid organic fertilizer through participatory action. BISMA: Jurnal Bisnis dan Manajemen, 6(4), 123–130.
Bucke, C. (1982). Industrial use of immobilized enzymes and cells. In T. M. V. Flegell, A. Bhumiratana, & P. Matangkasombut (Eds.), Immobilized microbial enzymes and cells: Proceedings of regional workshop (pp. xxx–xxx). Mahidol University.
Fardiaz, S. (1992). Mikrobiologi pangan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hidayah, O. N., Fatihah, H. C., Mawadah, E. A., Pangestu, M. P., & Hayati, K. R. (2022). Pemanfaatan limbah tempe menjadi media tanam dan pupuk organik cair (POC) yang bernilai ekonomi di Kelurahan Putat Jaya. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(4), 252–261. DOI: https://doi.org/10.59141/comserva.v2i4.282
Manalu, J., Haryati, K., & Manalu, K. A. A. (2024). Management of fishery waste into liquid organic fertilizer in Hamadi Jayapura. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 9(4), 912–921. https://jurnal.unmer.ac.id/index.php/jpkm DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v9i4.13862
Muliati, L., Siskayanti, R., Maelani, R., & Khopipah, S. N. (2024). Studi pembuatan pupuk cair organik dari limbah cair tempe. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin, 8(1), 1–12.
Oktari, L. (2024). Pengaruh penambahan gula merah dalam pembuatan POC limbah tahu untuk pertumbuhan vegetatif sawi hijau (Brassica juncea L.) [Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung]. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Perdana, A. T., & Widiawati, D. (2021). Pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan limbah cair produksi tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 4(1), 15–22. https://doi.org/10.36722/jpm.v4i1.935 DOI: https://doi.org/10.36722/jpm.v4i1.935
Pramugari, P. M., Mardiana, R., Wijareni, A. S., & Azizah, Y. N. (2015). Biolite (Biogas Limbah Cair Tempe): Upaya minimalisasi biaya produksi memanfaatkan limbah cair perusahaan tempe murni Han di Kelurahan Bayem, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Proposal kegiatan mahasiswa, Universitas Sebelas Maret.
Prasetyo, D., & Evizal, R. (2021). Pembuatan dan upaya peningkatan kualitas pupuk organik cair. Jurnal Agrotropika, 20(2), 68–80. DOI: https://doi.org/10.23960/ja.v20i2.5054
Sunaryo, S., & Rahmatiyah, R. (2024). Pemanfaatan limbah cair tahu hasil fermentasi menggunakan EM4, air kelapa & gula sebagai pupuk organik cair. Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman, 1(2), 35–49. https://doi.org/10.62951/hidroponik.v1i2.59 DOI: https://doi.org/10.62951/hidroponik.v1i2.59
Supinah, P., Setiawan, W. F., & Mulya, S. P. (2020). Sosialisasi pemanfaatan limbah tempe sebagai pupuk organik cair untuk pengelolaan berkelanjutan di Desa Kuripan Kertoharjo. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(4), 642–646. https://doi.org/10.36722/jpm.v2i4.1234
Widyanti, E. M., & Moehadi, B. I. (2016). Proses pembuatan etanol dari gula menggunakan Saccharomyces cerevisiae amobil. METANA, 12(2), 31–38. https://doi.org/10.1234/metana.v12i2.123
Wikurendra, E. A., Nurika, G., Herdiani, N., & Lukiyono, Y. (2022). Evaluation of the commercial bio-activator and a traditional bio-activator on compost using Takakura method. Journal of Ecological Engineering, 23(6), 278–285. https://doi.org/10.12911/22998993/149303 DOI: https://doi.org/10.12911/22998993/149303
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anita Nurfida, Griselda Happy Ramadhani, Atfal Murodif, Muhammad Kusni Fahrizal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.























