Perilaku Swamedikasi Bahan Kimia Berbahaya Dalam Kosmetik, Makanan dan Minuman Di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo

Authors

  • Magfirah Program Studi S1 Farmasi, STIFA Pelita Mas Palu
  • Nadila Program Studi S1 Farmasi, STIFA Pelita Mas Palu
  • Nur Eva Dahniar Program Studi S1 Farmasi, STIFA Pelita Mas Palu

DOI:

https://doi.org/10.25008/altifani.v2i4.252

Keywords:

Swamedikasi, Kosmetik, Makanan, Minuman, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Penggunaan zat berbahaya pada kosmetik dan makanan/minuman menyebabkan gangguan kesehatan seperti kulit iritasi, mual dan muntah, sakit kepala, diare hingga gagal ginjal. Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat berswamedikasi sebelum mencari pertolongan ke petugas atau fasilitas kesehatan. Lebih dari 80 % Masyarakat desa sejahtera berswamedikasi dengan obat modern atau tradisional. Namun, swamedikasi hanya dapat dilakukan pada penyakit ringan saja oleh karena itu dosen dan mahasiswa STIFA Pelita mas Palu melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan zat berbahaya dalam makanan/minuman, kosmetik dan dampaknya bagi kesehatan yang bisa dilakukan swamedikasi. Hasil pretest dan post test diperoleh 32,38 % dan 80,47 % serta Hasil kepuasan masyarakat terhadap pengabdian yang dilakukan yaitu kepuasan masyarakat terhadap metode penyampaian materi PKM, program PKM  sesuai dengan kebutuhan Masyarakat, program  PKM meningkatkan kemampuan berpikir, program PKM dapat diaplikasikan masyarakat dan Masyarakat bersedia untuk berpartisipasi/terlibat Kembali,  diperoleh hasil  rata –rata sangat puas 90.83 %,  puas 89.16 %, puas 90 %,  puas 90.83% ,  dan puas 90.83 %.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BPOM 2016a. Penertiban Kosmetika Import Ilegal Dan Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya “Berantas Produk Ilegal dan Berbahaya untuk Keadilan dalam Berusaha. accesed from http://www.pom.go.id on 9 september 2017

BPOM 2016b. Materi Edukasi Tentang Peduli Obat Anak-Anak. accesed from http://www.pom.go.id on 2 september 2017

Dzulfikri Nurhan, A., Mu, T., Rizki, N. W., Zuhrufi, E. A., Ayu Putri, G., Hendra Firdaus, M., Lutfia, A. A., Chandra, E. C., Mayda, V. P., Putri, A. A., Peristiwaningrum, A., & Yulia, R. (2017). Pengetahuan Ibu-Ibu Mengenai Kosmetik Yang Aman Dan Bebas Dari Kandungan Bahan Kimia Berbahaya. In Jurnal Farmasi Komunitas (Vol. 4, Issue 1).

Emilia, I., Setiawan, A. A., Putri, Y. P., Marmaini, M., Rosanti, D., Warsari, D., Eddy, S., Rizal, S., Novianti, D., Mutiara, D., & Haziza, N. (2020). Pengenalan Zat Aditif Pada Makanan Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Di SMA Negeri I Belimbing Muara Enim Propinsi Sumatera Selatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(2), 65. https://doi.org/10.24114/jpkm.v26i2.15510

Lestari. (2020). Edukasi Zat Aditif Pada Jajanan Sekolah Dari Perspektif Kesehatan (Vol. 3).

Mukti, A. W., Sari, D. P., Hardani, P. T., Maulidia, M., & Suwarso, L. M. I. (2022). Edukasi Kosmetik Aman dan Bebas Dari Bahan Kimia Berbahaya. Indonesia Berdaya, 3(1), 119–124. https://doi.org/10.47679/ib.2022183

Paratmanitya, Y., & Aprilia, V. (2016). Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul Harmful food additive substances content in the snack food of elementary school children in Bantul.

Pratiwi, P. N., Pristianty, L., Noorrizka, G., & Impian, A. (2014). Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid Oral Pada Etnis Thionghoa di Surabaya. In Jurnal Farmasi Komunitas (Vol. 1, Issue 2).

Downloads

Published

2022-07-20

How to Cite

Perilaku Swamedikasi Bahan Kimia Berbahaya Dalam Kosmetik, Makanan dan Minuman Di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo. (2022). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 342-348. https://doi.org/10.25008/altifani.v2i4.252