Pencegahan Stunting dengan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Secara Eksklusif

Authors

  • Eni Yuliawati Program Studi DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dharmas Indonesia
  • Frens Tika Veriyani Program Studi DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dharmas Indonesia
  • Hafizah Hafizah Program Studi DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dharmas Indonesia
  • Husnah Husnah Program Studi DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dharmas Indonesia
  • Siti Khotimah Program Studi DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dharmas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25008/altifani.v2i6.299

Keywords:

Stunting, ASI eksklusif, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Stunting sebagai salah satu prioritas Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak balita atau bayi di bawah lima tahun akibat dari kekukarangan gizi kronis. Manfaat ASI eksklusif bagi bayi antara lain sebagai nutrisi lengkap, meningkatkan daya tubuh, meningkatkan kecerdasan mental dan emosional yang stabil serta spiritual yang matang diikuti perkembangan sosial yang baik, mudah dicerna dan diserap, memiliki. Pengabdian ini dilakukan kepada ibu yang memiliki anak usia 0-24 bulan di puskesmas pembantu koto hilalang 1 kejorongan koto hilalang 1 kenagarian sungai langkok kecamatan tiumang kabupaten Dharmasraya provinsi Sumbar cara memberikan penyuluhan cegah stunting dengan ASI Ekslusif diberikan kuesioner untuk mengukur pengetahuannya sebelum dan sesudah diberi penyuluhan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, Elsa Nur. 2018. “Faktor Yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Cepu Kabupaten Blora.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 6(5): 454–61. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm%.

Aridiyah, Farah Okky, Ninna Rohmawati, and Mury Ririanty. 2015. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Pedesaan Dan Perkotaan (The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas).” e-Jurnal Pustaka Kesehatan 3(1): 163–70.

Astutik, M. Zen Rahfiludin, and Ronny Aruben. 2018. “Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 6, Nomor 1, Januari 2918 (ISSN:2356-3346).” FaktorRisiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Gabus Ii Kabupaten Pati Tahun 2017) 6: 409–18.

Ayuningtyas, Demsa Simbolon, and Ahmad Rizal. 2018. “Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita.” Jurnal Kesehatan 9(November): 444–49.

Batiro, Bancha, Tsegaye Demissie, Yoseph Halala, and Antehun Alemayehu Anjulo. 2017. “Determinants of Stunting among Children Aged 6-59 Months at Kindo Didaye Woreda , Wolaita Zone , Southern Ethiopia?: Unmatched Case Control Study.” : 1–16. http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0189106.

Briawan, Dodik, Drajat Martianto, and Nadiyah. 2014. “Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 0—23 Bulan Di Provinsi Bali, Jawa Barat, Dan Nusa Tenggara Timur (Risk Factors of Stunting among 0—23 Month Old Children in Bali Province, West Java and East Nusa Tenggara).” Jurnal Gizi dan Pangan ISSN 1978(2): 125—132.

Candra, Aryu. 2016. “Hubungan Underlying Factors Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 1-2 Tahun.” : 1–12.

Departemen Gizi Dan Kesehatan Masyarakat UI. 2014. Gizi Dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Dewi Vivian Hanny lia, Sunarsih Tri. 2011. Asuhan Kehamilan Untuk Kebidanan. Jakarta: salemba media.

Dinkes. 2016. “Dinas Kesehatan Kabupaten Belu.” http://weekly.cnbnews.com/news/article.html

Dinkes Kabupaten Kepulauan Mentawai, kota Bukittinggi, kota padang. 2017. Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Education, Maternal, A S Risk, Factor Stunting, and O F Child. 2014. “Risiko Pendidikan Ibu Terhadap Kejadan Stunting… (Rahayu A; Dkk).” 37(Ci): 129–36.

Fatimah, Nabilla Siti Hawa, and Bambang Wirjatmadi. 2018. “Tingkat Kecukupan Vitamin a, Seng Dan Zat Besi Serta Frekuensi Infeksi Pada Balita Stunting Dan Non Stunting.” Media Gizi Indonesia 13(2): 168.

Fikawati, Sandra Syafiq Ahmad dan Veratamala Arinda. 2015. Gizi Ibu Dan Bayi. Jakarta: Rajawali Pers.

Fikawati Sandra, Syafiq Ahmad dan Veratamala Arinda. 2017. “Cegah Stunting Itu Penting.” In , 1–27.

Fitriahadi, Enny. 2018. “The Relationship between Mother’s Height with Stunting Incidence in Children Aged 24-59 Months.” Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Aisyiyah 14(1): 15–24.

Gerungan, Glaudia P, Nancy S.H Malonda, and Dina V Rombot. 2013. “Hubungan Antara Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 13-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado.” Jurnal Penyakit Infeksi dan Stunting 392: 0–5.

Ibrahim, Irviani A, and Dwi Santy Damayati. 2014. “Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan Di Posyandu Asoka II Wilayah Pesisir Kelurahan Ba- Rombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Tahun 2014.” VI(2): 424–36.

Indrastuty, Dini. 2014. “Di Indonesia?: Analisis Data Indonesia Family Life Survey ( IFLS ).”

Instituto de Ecología y Biodiversidad. 2012. “Plan de Restauracio?n Ecolo?gica Del Parque Nacional Torres Del Paine Afectado Por Incendio 2011-2012.” : 1–59. papers3://publication/uuid/.

Irma, Ardiana. 2018. “Peran Bkkbn Di Balik Gerakan Penanggulangan Stunting.”

Irwansyah, Irwansyah, Djauhar Ismail, and Mohammad Hakimi. 2016. “Kehamilan Remaja Dan Kejadian Stunting Anak Usia 6 – 23 Bulan Di Lombok Barat.” Journal of Community Medicine and Public Health) 32(6): 1–8.

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 2017. “Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting.” In , 2–13.

Kementerian Kesehatan RI. 2017. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20170203/0319612/inilah-hasil-pemantauan-status-gizi-psg-2016/.

Kesehatan, Kementrian. 2017. “BERITA NEGARA.” (438).

Khoeroh, Himatul, and Dyah Indriyanti. 2017. “Evaluasi Penatakasanaan Gizi Balita Stunting.” Unnes Journal of Public Health 6(3): 189–95.

Lidia Fitri. 2018. “Hubungan BBLR Dan ASI Ekslusif Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Lima Puluh, Pekan Baru Riau.” Jurnal Endurance 3(1): 131–37. http://doi.org/10.22216/jen.v3i1.1767.

M, Chandra Ardian, Hertanto W Subagio, and Ani Margawati. 2016. “Determinan Kejadian Stunting Pada Bayi Usia 6 Bulan Di Kota Semarang.” Jurnal Giizi Indonesia 4(2): 82–88.

Mahayu, Putri. 2016. Buku Lengkap Perawatan Bayi Dan Balita. Yogyakarta: Saufa.

Mandriwati, gusti ayu adriani wayan harini ria tri. 2017. Mandriwati, Gusti Ayu, Dkk. 2017. Asuhan Kebidanan Kehamilan Berbasis Kompetensi.Pdf.

Maya, S. Putri. 2015. “Dengan Status Gizi Pada Anak Batita Kabupaten Bolaang Mongondow Maya S . Putri Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Akibat Konsumsi Makanan Dan Penggunaan Yang Dengan Pengembangan Sumber Daya Manusia Yang Sering Terjadi Pada An.” 3: 1–5.

Mentari, Suharmianti, and Agus Herman. 2018. “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Stunting Anak Usia 24-59 Bulan.” 01(01): 1–5.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. 2013a. Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Dalam Rangka Seibu Hari Pertama Kehidupan. https://www.bappenas.go.id/files/5013/8848/0466/PEDOMAN_SUN_10_Sept_2013.pdf.

———. 2013b. Kerangka Kebijakan gerakan nasional percepatan perbaiki gizi dalam rangka seribu hari pertama kehidupan (gerakan 1000 HPK) Kerangka Kebijakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaiki Gizi Dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Jakarta.

Mugianti, Sri, Arif Mulyadi, Agus Khoirul Anam, and Zian Lukluin Najah. 2019. “Faktor Penyebab Anak Stunting Usia 25-60 Bulan Di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar ( Diakses Pada Tanggal 29 April ).” Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) 5(3): 268–78.

Muhammad, Par’i Holil. 2017. Penilaian Status Gizi. Jakarta: ilmu kedokteran ECG.

Najahah, Imtihanatun, Kadek Tresna Adhi, and GN Indraguna Pinatih. 2013. “Faktor Risiko Balita Stunting Usia 12-36 Bulan Di Puskesmas Dasan Agung , Risk Factors Stunting for 12-36 Month Old Children in Dasan Agung Community Health Centre , Mataram , West Nusa Tenggara Province.” Universitas Udayana 38.

Ni’mah Khoirun, Nadhiroh Sri Rahayu. 2015. “Determinan Keja.” Media Gizi Indonesia 1(2): 13–19.

Nisar, Yasir Bin, Michael J. Dibley, and Victor M. Aguayo. 2016. “Iron-Folic Acid Supplementation during Pregnancy Reduces the Risk of Stunting in Children Less than 2 Years of Age: A Retrospective Cohort Study from Nepal.” Nutrients 8(2).

Nurkarimah, Oswati Hasanah, and Bayhakki. 2018. “Hubungan Durasi Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Anak.” JOM FKp , Vol. 5 No. 2 (Juli-Desember) 2018 5(2): 184–92.

Nurul, Jannah. 2012. Buku Ajar Kebidanan Kehamilan. Yogyakarta: Cv Andi.

Özlem, O et al. 2014. “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2014.” Telematics and Informatics 19(1): 27–40. https://doi.org/10.1016/j.tele.2017.04.002%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.tele.2015.04.013%0Ahttp://dx.doi.org/10.1080/17512786.2013.766062%0Ahttp://dx.doi.org/10.1080/17512786.2016.1221737%0Ahttp://www.hurriyetdailynews.com/timeline-of-gezi-park-protests-.

Permadi, M Rizal, Diffah Hanim, Kusnandar Kusnandar, and Dono Indarto. 2017. “Risiko Inisiasi Menyusu Dini Dan Praktek Asi Eksklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak 6-24 Bulan (Early Breastfeeding Initiation and Exclusive Breastfeeding As Risk Factors of Stunting Children 6-24 Months-Old).” Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) 39(1).

Picauly, Intje, Dan Sarci, and Magdalena Toy. 2013. “Analisis Determinan Dan Pengaruh Stunting Terhadap Prestasi Belajar Anak Sekolah Di Kupang Dan Sumba Timur, Ntt (The Determinant Analysis And The Impact Of Stunting For School Children School Performance in Kupang and Sumba Timur, NTT).” Jurnal Gizi dan Pangan, 8(72): 55—62.

Pratama, Iman Surya, Siti Rahmatul Aini, and Baiq Fitria Maharani. 2019. “Implementasi Gasing (Gerakan Anti Stunting) Melalui PHBS Dan Pemeriksaan Cacing.” Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat 2(1): 80–83.

Priyanti, Sari. 2018. “Determinan Sosial Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia Di Bawah Lima Tahun.” Jurnal Kebidanan 7(2): 95–102.

Pusat data dan informasi Kementrian Kesehatan RI. 2016. Info Datin Situasi Balita Pendek.

———. 2018. Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia.

Putri, Asih Eka. 2014. Jaminan Kesehatan Nasional.

Renyoet, Brigitte Sarah, Veni Hadju, and St Nur Rochimiwati. 2013. “Hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-23 Bulan Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tallo Kota Makassar Connection Between Parenting And Stunting Case On Children Age 6 – 23 Months In Coastal Region District Tallo Makassar Wilayah Pesisir Merupa.” Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar 2 Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar: 1–13. http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5513/Jurnal.pdf.

Saryono, and mekar dwi Anggraeni. 2013. Saryono.2013.Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif.Pdf.

Seksi Kesehatan Anak Usia Sekolah remaja dan UsilaDinkes kab. Trenggalek. 2014. “Manifestasi Infeksi Cacing Usus.”

Setiawan, Eko, Rizandan Machmud, and Masrul. 2018. “Ein Glossar Für Die NetAcademy.” Jurnal Kesehatan Andalas 7(2): 275–84.

Setyawati, Vilda Ana Veria. 2018. “Kajian Stunting Berdasarkan Umur Dan Jenis Kelamin Di Kota Semarang.” The 7th University Research Colloqium 2018: 834–38.

Simbolon, Demsa. 2014. “Terhadap Status Kelahiran Dan Kejadian Stunting Pada Baduta Indonesia ( Analisis Data Ifls 1993 – 2007 ) Effect Of The Poor Health Insurance On Birth Status Dan Kemungkinan Terjadinya Lost Generation Di Indo- 2002 Dilaksanakan Program Jaring Pengaman Sosi.” Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia 03(02): 55–65.

SMERU Research Institute. 2017. “Dari MDGs Ke SDGs?: Memetik Pelajaran Dan Menyiapkan Langkah Kongkret.” Buletin SMERU 2(2): 3. www.smeru.or.id/sites/default/files/publication/news201702.pdf.

Subandi, Sardjoko. 2017. disampaika Pengarusutamaan Kesehatan Dalam Sustainable Development Goals (SDGs) Subandi Sardjoko.

Syahputra, Ramadhana. 2017. “Tinjauan Terhadap Pelaksanaan Bpjs Kesehatan Bagi Pekerja Di Universitas Swasta Di Diy.” .: 1–17.

Tambang, Daerah, and Tradisional Poboya. 2017. “Preventif?: Jurnal Kesehatan Masyarakat Intake of Nutrients , Stunting and Anemia in the Elementary School Children in Tradisional Gold Mining Poboya , Palu Asupan Zat Gizi , Stunting Dan Anemia Pada Anak Sekolah Dasar Di.” 2: 84–88.

Tando Naomy marie. 2013. Asuhan Kebidanan Persalinan Dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: In Media.

TNP2K. 2017. 91 Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting).

Tsuruoka, Yoshimasa. 2019. “Faktor-Faktor Yg Berhubungan Dengan Stunting Pada Anak Kelas Satu Di SDI Tawiyatul Wathon, Daerah Pesisir Kota Semarang.” 7.

Unicef WHO The World Bank. 2016. Midwifery Levels and Trends in Child Malnutrition: Key Findings of the 2016 Edition.

Vensya, Sitohang. 2018. “Kebijakan Penanggulangan Kecacingan Terintegrasi Di 100 Kabupaten Stunting.”

Wantina, Mira, Leni Sri Rahayu, and Indah Yuliana. 2017. “Keragaman Konsumsi Pangan Sebagai Faktor Risiko Stunting Pada Balita Usia 6-24 Bulan.” 2(2): 89–96.

Widyaningsih, Novita Nining, Kusnandar Kusnandar, and Sapja Anantanyu. 2018. “Keragaman Pangan, Pola Asuh Makan Dan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan.” Jurnal Gizi Indonesia 7(1): 22.

Yoshua Prihutama, Noverian, Farid Agung Rahmadi, and Galuh Hardaningsih. 2018. “Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 Tahun ( Diakses Pada Tanggal 01 Mei 2019).” 7(2): 1419–30.

Published

2022-11-06

How to Cite

Pencegahan Stunting dengan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Secara Eksklusif. (2022). Jurnal Altifani Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(6), 516-524. https://doi.org/10.25008/altifani.v2i6.299

Most read articles by the same author(s)